
SeputarDesa.com, Brebes - Di tengah masa panen raya yang sedang berlangsung, harga bawang merah di wilayah sentra produksi justru masih bertahan tinggi, di atas Rp30 ribu per kilogram. Kondisi ini menjadi sorotan sekaligus harapan bagi para petani bawang, yang tidak hanya menjual hasil panennya, tetapi juga membutuhkan stok untuk konsumsi rumah tangga serta persiapan benih musim tanam berikutnya.
Bapak Soka, salah satu petani bawang, mengungkapkan bahwa kebutuhan benih pada musim tanam cukup besar. “Kalau menanam seperempat hektar, minimal butuh sekitar 350 kilogram sampai 4 kwintal bibit. Itu harus dipersiapkan mulai sekarang untuk tanam di bulan Oktober nanti,” jelasnya.
Menurutnya, meski harga bawang merah yang tinggi cukup menguntungkan dari sisi penjualan, petani juga terbebani karena sebagian hasil panen harus disisihkan untuk benih. Apalagi kebutuhan konsumsi rumah tangga sehari-hari tidak bisa ditunda.
Fenomena harga tinggi di tengah panen raya ini dipicu oleh tingginya permintaan ganda, baik untuk kebutuhan dapur maupun pembibitan. Situasi tersebut membuat pasokan di pasaran tetap terserap dengan cepat.
Petani berharap harga stabil di level yang menguntungkan, tanpa memberatkan konsumen. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta hadir dengan kebijakan tepat agar petani tetap sejahtera sekaligus konsumen tidak terbebani.(**)
Pewarta: Usman